METODE PEMBELAJARAN DALAM
PEMBELAJARAN SEJARAH
Metode pembelajaran
merupakan suatu cara yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Terdapat berbagai metode yang dapat digunakan oleh guru dalam proses
pembelajaran. Guru harus memahami berbagai metode pembelajaran agar guru dapat
memilih dan menggunakan metode yang tepat sesuai dengan materi dan tujuan
pembelajarannya. Metode pembelajaran yang digunakan diharapkan mampu
meningkatkan kemampuan peserta didik dalam proses berpikir dan mengungkapkan
pendapat.
Berikut ini adalah bberapa metode-metode yang dapat digunakan dalam
pembelajran.
METODE PEMBELAJARAN INKUIRI
1. Pengertian Metode
Pembelajaran Inkuiri
·
Syaiful Sagala (2011:196),
Metode inkuiri merupakan metode pembelajaran yang berupaya menanamkan
dasar-dasar berfikir ilmiah pada diri siswa yang berperan sebagai subjek
belajar, sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar
sendiri, mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. Berdasarkan
pengertian diatas, maka Syaiful Sagala ini menekankan inkuiri sebagai sebuah
metode pembelajaran.
·
Aziz (Ahmad, 2011), Metode
inkuiri adalah metode yang menempatkan dan menuntut guru untuk membantu siswa
menemukan sendiri data, fakta dan informasi tersebut dari berbagai sumber agar
dengan kegiatan itu dapat memberikan pengalaman kepada siswa. Pengalaman ini
akan berguna dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah dalam
kehidupannya.
Berdasarkan pengertian diatas, maka Aziz (Ahmad, 2011) ini
menekankan inkuiri sebagai sebuah metode
·
Winataputra
(1992) menambahkan pengertian pembelajaran berbasis inkuiri adalah metode yang
dapat mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep sains sebagai para
saintis mempelajari dunia alamiah.
Dari
berbagai pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran
inkuiri adalah suatu metode pembelajaran
yang menekankan siswa dalam memperoleh informasi dengan cara proses berpikir logis dan analitis untuk
memecahkan suatu masalah. Seperti yang dapat disimak dari proses pembelajaran,
tujuan utama pembelajaran melalui strategi inkuiri adalah menolong siswa untuk
dapat mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan berfikir dengan
memberikan pertanyaan-pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar rasa ingin
tahu mereka.
Metode
pembelajaran inkuiri yang disebut Strategi pembelajaran inkuiri oleh Sanjaya
(2012) merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada
siswa (student centered approach).
Dikatakan demikian, sebab dalam strategi ini siswa memegang peran yang sangat
dominan dalam proses pembelajaran.
2. Langkah Pelaksanaan Metode
Pembelajaran Inkuiri
Secara umum Sanjaya (2012: 199) mengemukakan bahwa proses pembelajaran dengan
mengguanakan strategi pembelajaran inkuiri dapat mengikuti langkah-langkah
sebagai berikut :
1)
Orientasi
Langkah
orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang
responsive. Pada langkah ini guru mengondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran.
Berbeda dengan tahapan preparation
dalam strategi pembelajaran ekspositori (SPE) sebagai langkah untuk
mengkondisikan agar siswa tiap menerima pelajaran , pada langkah orientasi
dalam SPI , guru merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir memecahkan
masalah. Langkan orientasi merupakan langkah yang sangat penting. Keberhasila
stratgi pembelajaran inkuiri sangat tergantung pada kemauan siswa untuk
beraktivitas menggunakan kemampuannya dalam memecahkan masalah; tanpa kemauan
dan kemampuan itu tak mungkin proses pembelajaran akan berjalan dengan lancar.
Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam tahapan orientasi ini adalah :
a.
Menjelaskan topik, tujuan, dan
hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa.
b.
Menjelaskan pokok-pokok
kegiatan yang harus dilakuakn oleh siswa untuk mencapai tujuan. Pada tahap ini
dijelaskan langkah-langkah inkuiri serta tujuan setiap langkah, mulai dari
langkah merumuskan masalah sampai dengan merumuskan kesimpulan.
c.
Menjelaskan pentingnya topik
dan kegiatan belajar. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan motivasi
belajar siswa.
2)
Merumuskan Masalah
Merumuskan
masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung
teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk
berpikir memecahkan teka teki itu. Dikatakan teka teki dalam rumusan masalah yang
ingin dikaji disebabkan masalah itu tentu ada jawabannya dan siswa didorong
untuk mencari jawaban yang tepat. Proses mencari jawaban itulah yang sangat
penting dalam strategi inkuiri, oleh sebab itu melalui proses tersebut siswa
akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan
mental melalui proses berpikir. Dengan demikian, teka teki yang menjadi masalah
dalam berinkuiri adalah teka teki yang mengandung konsep yang jelas yang harus
dicari dan ditemukan. Ini penting dalam pembelajaran inkuiri. Beberapa halyang
harus diperhatiakan dalam merumuskan masalah, diantaranya :
·
Masalah hendaknya dirumusakn
sendiri oleh siswa. Siswa akan memiliki motivasi belajar yang tinggi manakala
dilibatkan dalam merumuskan masalah yang hendak dikaji. Dengan demikian, guru
sebaiknya tidak merumuskan sendiri masalah pembelajaran, guru hanya memberikan
topik yang akan dipelajari, sedangkan bagaimana rumusan masalah yang sesuai
dengan topik yang telah ditentukan sebaiknya diserahkan kepada siswa.
·
Masalah yang dikaji adalah
masalah yang mengandung teka teki yang jawabannya pasti. Artinya guru dapat
mendorong agar siswa dapat merumuskan masalah yang menurut guru jawaban
sebenarnya sudah ada, tinggal siswa mencari dan mendapatkan jawabannya secara
pasti.
·
Konsep-konsep dalam masalah
adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh siswa. Artinya
sebelum masalah itu dikaji lebih jauh melalui proses inkuiri, guru perlu yakin
terlebih dahulu bahwa siswa sudah memiliki pemahaman tentang konsep-konsep yang
ada dalam rumusan masalah. Jangan harapkan siswa dapat melakukan tahapan
inkuiri selanjutnya, manakalaia belum paham konsep-konsep yang terkandung dalam
rumusan masalah.
3)
Merumuskan Hipotesis
Hipotesis
adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai
jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Kemampuan atau potensi
individu untuk berpikir pada dasarnya sudah dimiliki sejak individu itu lahir.
Potensi berpikir itu dimulai dari kemampuan setiap individu untuk menebak atau
mengira-ngira (berhipotesis) dari suatu permasalahan. Manakala individu dapat
membuktikan tebakannya, maka ia akan sampai pada posisi yang bisa mendorong
untuk berpikir lebih lanjut. Oleh sebab itu, potensi untuk mengembangkan
kemampuan menebak pada setiap individu harus dibina. Salah satu cara yang dapat
dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) pada setiap
anak adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa
untuk dapat merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai
perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji. Perkiraan
sebagai hipotesis bukan sembarang perkiraan, tetapi harus memiliki landasan
berpikir yang kokoh, sehingga hipotesis yang dimunculkan itu bersifat rasional
dan logis. Kemampuan berpikir logis itu sendiri akan sangat berpengaruh oleh
kedalaman wawasan yang dimiliki serta keluasan pengalaman. Dengan demikian,
setiap individu yang kurang mempunyai wawasan akan sulit mengembangkan
hipotesis yang rasional dan logis
4)
Mengumpulkan Data
Mengumpulkan
data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji
hipotesis yang diajukan. Dalam strategi pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data
merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektal.
Proses pengumpulan data bukan hanya memerlukan motivasi yang kuat dalam
belajar, akan tetapi juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan
potensi berpikirnya. Oleh sebab itu, tugas dan peran gutu dalam tahapan ini
adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk
berpikir mencari informasi yang dibutuhkan. Sering terjadi kemacetan berinkuiri
adalah manakal siswa tidak apresiatif terhadap pokok permasalahan. Tidak
apresiatif itu biasanya ditunjukkan oleh gejala-gejala ketidakbergairahan dalam
belajar. Manakala guru menemukan gejala-gejala semacam ini, maka guru hendaknya
secara terus menerus memberikan dorongan kepada siswa untuk belajar melalui
penyuguhan berbagai jenis pertanyaan secara merata kepada seluruh siswa
sehingga meraka terangsang untuk berpikir.
5)
Menguji Hipotesis
Menguji
hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan
data dan informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Yang terpenting
dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atau jawaban
yang diberikan. Disamping itu, menguji hipotesis juga berarti mengembangkan
kemampuan berikir rasional. Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan
hanya berdasarkan argumentasi, akan tetapi harus didukung oleh data yang
ditemukan dan dapat dipertanggung jawabkan.
6)
Merumuskan Kesimpulan
Merumuskan
kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan
hasil pengujian hipotesis. Merumukan kesimpulan merupakan gong-nya dalam proses pembelajaran. Sering terjadi, oleh karena
banyaknya data yang diperoleh, menyebabkan kesimpulan yang dirumuskan tidak
focus terhadap masalah yang hendak dipecahkan. Karena itu, untuk mencapai
kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana
yang relevan
3.
Keunggulan dan Kelemahan Metode Pembelajaran Inkuiri
Ø Keunggulan Metode Pembelajaran Inkuiri
Keunggulan
metode pembelajaran inkuiri yang diungkap Sanjaya (2012) ialah strategi
pembelajaran inkuiri merupakan strategi pembelajaran yang banyak dianjurkan
oleh karena strategi ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya :
a)
Strategi pembelajaran inkuiri
merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada pengembangan aspek
kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran
melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.
b)
Strategi pembelajaran inkuiri
dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar
mereka.
c)
Strategi pembelajarn inkuiri
merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar
modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat
adanya pengalaman.
d)
Keuntungan lain adalah strategi
pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan diatas
rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan
terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.
Ø Kelemahan Metode Pembelajaran Inkuiri
Kelemahan
metode pembelajaran inkuiri yang diungkap Sanjaya, (2012: 208) menyatakan bahwa
disamping memiliki keunggulan, strategi pembelajaran inkuiri mempunyai
kelemahan, diantaranya :
a.
Jika SPI digunakan sebagai
strategi pembelajaran, maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan
siswa.
b.
Strategi ini sulit dalam
merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam
belajar.
c.
Kadang-kadang dalam
mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru
sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
d.
Selama kriteria keberhasilan
belajar ditentukan oleh kemampuan siswa
menguasai materi pelajaran, maka strategi pembelajaran inkuiri akan sulit
diimplementasikan oleh setiap guru.
DISCOVERY LEARNING
1. Pengertian
Metode Discovery Learning
·
Pengertian discovery learning
menurut Jerome Bruner adalah metode
belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik kesimpulan
dari prinsip-prinsip umum praktis contoh pengalaman. Dan yang menjadi dasar ide
J. Bruner ialah pendapat dari piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan
secara aktif didalam belajar di kelas. Untuk itu Bruner memakai cara dengan apa
yang disebutnya discovery learning, yaitu dimana murid mengorganisasikan bahan
yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir.
·
Menurut Sund
dalam Roestiyah(1998,22),discovery learning adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu
konsep atau prinsip
Berdasarkan
pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning
adalah suatu model untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan
menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia
dan tahan lama dalam ingatan, tidak akan mudah dilupakan siswa. Dengan belajar
penemuan, anak juga bisa belajar berfikir analisis dan mencoba memecahkan
sendiri problem yang dihadapi. Kebiasaan ini akan di transfer dalam kehidupan bermasyarakat.
2.
Langkah-langkah Penggunaan discovery Learning
Menurut Jerome
Bruner Langkah-langkah penggunaan discovery learning ada 6:
a)
Stimulation
(stimulasi/pemberian rangsangan).
Pertama-tama
pada tahap ini pelajar dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya,
kemudian dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi, agar timbul keinginan
untuk menyelidiki sendiri (Taba dalam Affan, 1990:198). Disamping itu guru
dapat memulai kegiatan PBM dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku,
dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah
Syah (2004:244).
b)
Problem statement (pernyataan/
identifikasi masalah).
setelah
dilakukan stimulation langkah selanjutya adalah guru memberi kesempatan kepada
siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang
relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan
dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah) (Syah
2004:244). Sedangkan menurut (Djamarah, 2002:22) permasalahan yang dipilih itu
selanjutnya harus dirumuskan dalam bentuk pertanyaan, atau hipotesis, yakni
pernyataan (statement) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang diajukan.
Memberikan kesempatan siswa untuk mengidentifikasi dan menganalisa perrmasasalahan yang mereka hadapi, merupakan teknik yang berguna ammembangun siswa agar mereka terbiasa untuk menemukan suatu masalah.
Memberikan kesempatan siswa untuk mengidentifikasi dan menganalisa perrmasasalahan yang mereka hadapi, merupakan teknik yang berguna ammembangun siswa agar mereka terbiasa untuk menemukan suatu masalah.
c)
Data collection (pengumpulan
data).
Ketika
eksplorasi berlangsung guru juga memberi kesempatan kepada para siswa untuk
mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang relevan untuk membuktikan benar
atau tidaknya hipotesis (Syah, 2004:244). Pada tahap ini berfungsi untuk
menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidak hipotesis, dengan demikian
anak didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan (collection) berbagai informasi
yang relevan, membaca literature, mengamati objek, wawancara dengan nara
sumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya (Djamarah, 2002:22).
Konsekuensi dari tahap ini adalah siswa belajar secara aktif untuk menemukan
sesuatu yang berhubungan dengan permasalahan yang dihadapi, dengan demikian
secara tidak disengaja siswa menghubungkan masalah dengan pengetahuan yang
telah dimiliki
d)
Data processing (pengolahan
data)
menurut
Syah (2004:244) data processing merupakan kegiatan mengolah data dan informasi
yang telah diperoleh para siswa baik melalui wawancara, observasi, dan
sebagainya, lalu ditafsirkan. Semua informai hasil bacaan, wawancara,
observasi, dan sebagainya, semuanya diolah, diacak, diklasifikasikan,
ditabulasi, bahkan bila perlu dihitung dengan cara tertentu serta ditafsirkan
pada tingkat kepercayaan tertentu (Djamarah, 2002:22). Data processing disebut
juga dengan pengkodean coding/ kategorisasi yang berfungsi sebagai pembentukan
konsep dan generalisasi. Dari generalisasi tersebut siswa akan mendapatkan
penegetahuan baru tentang alternatif jawaban/ penyelesaian yang perlu mendapat
pembuktian secara logis
e) Verification (pentahkikan/pembuktian)
Pada
tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar
atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan temuan alternatif,
dihubungkan dengan hasil data processing (Syah, 2004:244). Verification menurut
Bruner, bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif
jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep,
teori, aturan atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam
kehidupannya (Budiningsih, 2005:41). Sehingga setelah mencapai tujuan tersebut
atau berdasarkan hasil pengolahan dan tafsiran, atau informasi yang ada,
pernyataan atau hipotesis yang telah dirumuskan terdahulu itu kemudian dicek,
apakah terjawab atau tidak, apakah terbukti atau tidak (Djamarah, 2002:22).
f)
Generalization (menarik
kesimpulan/generalisasi)
Tahap
generalitation/ menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang
dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang
sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi (Syah, 2004:244). Atau tahap dimana
berdasarkan hasil verifikasi tadi, anak didik belajar menarik kesimpulan atau
generalisasi tertentu (Djamarah, 2002:22). Akhirnya dirumuskannya dengan
kata-kata prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi (Junimar Affan,
1990:198).Yang perlu diperhatikan siswa setelah menarik kesimpulan adalah proses
generalisasi menekankan pentingnya penguasaan pelajar atas makna dan kaidah
atau prinsip-prinsip yang luas yang mendasari pengalaman seseorang, serta
pentingnya proses pengaturan dan generalisasi dari pengalaman-pengalaman itu
(Slameto, 2003:119). Yaitu dengan menangkap ciri-ciri atau sifat sifat umum
yang terdapat dalam sejumlah hal yang khusus (Djamarah, 2002:191)Selama
kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan mengaplikasikan metode discovery
learning, sfer tinggi.
3. Kelebihan dan Kekurangan
Discovery Learning
Penggunaan
tekhnok discovery ini adalah guru berusaha meningkatkabn aktivitas siswa dalam
proses belajar mengajar.Roestiyah(1998,20),Maka teknik ini memiliki kelebihan
sebagai berikut :
1.
Teknik ini mampu membantu siswa
untuk mengembangkan,memperbanyak kesiapan serta penguasaan keterampilan dalam
psroses kognitif/pengenalan siswa
2.
Siswa memperoleh pengetahuan
yang bersifat sangat pribadi/individual sehingga dapat kokoh/mendalam
tertinggal dalam jiwa siswa tersebut
3.
Dapat membangkitkan kegairahan
belajar para siswa
4.
Mampu memberikan kesempatan
pada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan masing-masing
5.
Mampu mengarahkan cara siswa
belajar,sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat
6.
Membantu siswa untuk memperkuat
dan menambah kepercayaan pada diri
sendiri dengan proses penemuan sendiri
7.
Strategi itu berpusat pada
siswa,tidak pada guru.Guru hanya sebagai teman belajar saja,membantu bila
diperlukan Roestiyah(1998,20)
Walau
demikian,masih ada pula kelemahan yg perlu diperhatikan ialah:
1.
Pada siswa harus ada kesiapan
dan kematangan mental untuk cara belajar ini.Siswa harus berani dan
berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik
2.
Bila kelas terlalu besar
penguunaan teknik ini akan kurang berhasil
3.
Bagi guru dan siswa yang sudah
biasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sempat kecewa
bila diganti dengan teknik ini
4.
Dengan teknik ini ada yang
berpendapat bahwa proses mental ini trelalu mementingkan proses pengertian
saja,kurang memperhatikan perkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan bagi
siswa
5.
Tidak memberika kesempatan berpikir secara kreatif(Roestiyah(1998,21)
METODE PEMBELAJARAN DEBAT
1.
Pengertian Metode Debat
• Debat adalah proses komunikasi lisan yang dinyatakan
dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat (dipodjojo 1982:59).
• Debat adalah pembahasan atau pertukaran pendapat
mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat
masing-masing (KBBI. 2002: 242)
• Debat pada hakekatnya adalah saling adu argumentasi
antar pribadi atau antar kelompok manusia, dengan tujuan mencapai kemenangan
satu pihak (Hendri Guntur).
Metode debat adalah cara belajar
yang dilakukan melalui diskusi terbuka dengan membahas topik masalah yang
kontroversial. Tujuan metode debat yaitu untuk memperoleh pandangan atau
pendapat yang berlainan mengenai suatu isyu atau topik kontroversial. Metode
tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih berfikir logis dan
sistematis.
1. Langkah-langkah
Metode Debat
- Kembangkan sebuah pernyataan yang
controversial yang berkaitan degan materi pembelajaran (Contohnya:
“Tidak ada keharusan mendirikan sebuah Negara islam”).
- Bagi kelas kedalam dua tim. Mintalah satu kelompok yang “pro” dan
kelompok lainnya yang “kontra”.
- Buat dua sampai empat sub kelompok dalam masing-masing kelompok
debat.
- Siapkan dua sampai empat kursi (tergantung pada jumlah sub kelompok
yang ada) untuk para jurubicara pada kelompok “pro” dan jumlah kursi yang
sama untuk kelompok yang “kontra”.
- Setelah mendengarkan argument pembuka, hentikan debat dan kembali
ke sub-kelompok.
- Lanjutkan kembali debat
- Pada saat yang tepat akhiri debat
2.
Kelebihan dan Kekurangan
Metode Debat
Kelebihan:
1. Memantapkan pemahaman konsep siswa terhadap materi
pelajaran yang telah diberikan.
2. Melatih siswa untuk bersikap kritis terhadap semua
teori yang telah diberikan.
3. Melatih siswa untuk berani mengemukakan
pendapat.
Kelemahan:
- Ketika menyampaikan pendapat saling berebut
- Saling adu argument yang tak kunjung selesai bila guru tidak
menengahi
- Siswa yang pandai berargumen akan slalu aktif tapi yang kurang
pandai berargumen hanya diam dan pasif.
METODE DISKUSI
a. Pengertian
Menurut Suryosubroto (1997: 179), adalah suatu
percakapan ilmiah oleh beberapa orang yang bergabung dalam suatu kelompok, untuk
saling bertukar pendapat tentang suatu masalah atau bersama-sama mencari
pemacahan mendapatkan jawaban dan kebenaran atas suatu masalah. Metode diskusi
mendorong siswa untuk berdialog dan bertukar pendapat, dengan tujuan agar siswa
dapat terdorong untuk berpartisipasi secara optimal, tanpa ada aturan-aturan
yang terlalu keras, namun tetap harus mengikuti etika yang disepakati bersama.
b. penerapan metode diskusi
Agar penggunan diskusi
berhasil dengan efektif, maka perlu dilakukan langkah - langkah sebagai berikut
:
a. Langkah Persiapan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
persiapan diskusi di antaranya:
- Merumuskan tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan
yang bersifat umum maupun tujuan khusus
- Menentukan jenis diskusi yang dapat dilaksanakan
sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
- Menetapkan masalah yang akan dibahas
- Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan
dengan teknis pelaksanaan diskusi, misalnya ruang kelas dengan segala
fasilitasnya, petugas - petugas diskusi seperti moderator, notulis, dan tim
perumus, manakala diperlukan
b. Pelaksanaan Diskusi
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
melaksanakan diskusi adalah :
- Memeriksa segala persiapan yang dianggap dapat
memengaruhi kelancaran diskusi
- Memberikan pengarahan sebelum dilaksanakan
diskusi, misalnya menyajikan tujuan yang ingin dicapai serta aturan -
aturan diskusi sesuai dengan jenis diskusi yang akan dilaksanakan
- Melaksanakan diskusi sesuai dengan aturan main
yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaan diskusi hendaklah memerhatikan
suasana atau iklim belajar yang menyenangkan, misalnya tidak tegang, tidak
saling menyudutkan, dan lain sebagainya
- Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap
peserta diskusi untuk mengeluarkan gagasan dan ide - idenya
- Mengendalikan pembicaraan kepada pokok persoalan
yang sedang dibahas. Hal ini sangat penting, sebab tanpa pengendalian
biasanya arah pembahasan menjadi melebar dan tidak fokus
c. Menutup Diskusi
Akhir dari proses pembelajaran dengan
menggunakan diskusi hendaklah dilakuan hal - hal sebagai berikut :
- Membuat pokok - pokok pembahasan sebagai
kesimpulan sesuai dengan hasil diskusi
- Mereview jalannya diskusi dengan meminta pendapat
dari seluruh peserta sebagai umpan balik untuk perbaikan selanjutnya
c. Kelebihan dan kekurangan metode Diskusi
Setiap metode pembelajaran
memiliki kelebihan dan kelemahan, termasuk juga metode diskusi. Berikut adalah
kekurangan dan kelebihan metode pembelajaran diskusi.
v Kelemahan metode diskusi
a.
Diskusi biasanya hanya dgemari oleh para siswa yang gemar berbicara saja.
Sedangkan siswa yang tidak pandai berbicara cenderung melepaskan diri dari
tanggug jawabnya.
b.
Tidak semua topik dapat dijadikan metode
diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan.
c.
Untuk diskusi yang mendalam memerlukan
waktu yang cukup lama, dan sering kali membuang waktu untuk berdiskusi akan
tetapi hasil yang diperoleh tidak sesuai yang diharapkan.
d.
Pembicaraan dalam diskusi mungkin
didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara. Siswa pemalu dan
pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara.
e.
Dalam diskusi sering terjadi perbedaan
pendapat yang bersifat emosional yang tidak terkontrol. Akibatnya,
kadang-kadang ada pihak yang merasa tersinggung, sehingga dapat mengganggu
iklim pembelajaran.
v Kelebihan dari metode
diskusi
a. Suasama kelas hidup,
sebab murid-murid mengarahkan pemikirannya kepada masalah yang sedang
didiskusikan. Partisipasi murid dalam metode ini lebih baik.
b.
Murid-murid berlatih kritis untuk
mempertimbangkan pendapat teman-temannya, kemudian menentukan sikap, menerima,
menolak atau tidak berpendapat sama sekali.
c.
Merupakan latihan untuk memenuhi peraturan
dan tata tertib yang berlaku dalam musyawarah dan berguna dalam kehidupan
sehari-hari terutama dalm demokrasi
d. Dapat menaikkan prestasi
kepribadian individual seperti toleransi, sikap demokratis, sikap kritis,
berpikir sistematis dan sebagainya.
e.
Dengan mendengarkan semua keterangan yang
dikemukakan oleh pembicara, pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu
problem akan bertambah luas. Berdiskusi bukan hanya menuntut pengetahuan, siap
dan kefasihan berbicara saja tetapi juga menuntut kemampuan berbicara secara
sistematis dan logis.
d. Manfaat
Metode Diskusi
Diskusi kelompok/kelas dapat memberikan sumbangan yang
berharga terhadap belajar murid, antara lain:
- Membantu
murid untuk tiba kepada pengambilan keputusan yang lebih baik ketimbang ia
memutuskan sendiri, karena terdapat berbagai sumbangan pikiran dari
peserta lainnya yang dikemukakan dari berbagai sudut pandangan. 2
- Mereka
tidak terjebak dengan jalan pikirannya sendiri yang kadangkadang
salah.
- Segala
kegiatan belajar akan memperoleh dukungan bersama dari seluruh
kelompok/kelas hingga memperoleh hasil belajar yang lebih baik.
- Membantu
mendekatkan atau mengeratkan hubungan antar kegiatan kelas dengan tingkat
perhatian dan derajat dari pada anggota kelas.
- Apabila
dilaksanakan dengan cermat, maka diskusi merupakan cara belajar yang
menyenangkan dan merangsang pengalaman, karena dapat merupakan pelepasan
ide-ide dan pendalaman, wawasan mengenai sesuatu
2. Metode pembelajaran Ceramah
a. pengertian
Metode pembelajaran
ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan
pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran
tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish
(1976), melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah,
guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya.
Ceramah merupakan salah
satu metode mengajar yang paling banyak digunakan dalam proses belajar mengajar.
Metode ceramah ini dilakukan dengan cara menyampaikan materi pelajaran kepada
peserta didik secara langsung atau dengan cara lisan. Penggunaan metode ini
sifatnya sangat praktis dan efisien bagi pemberian pengajaran yang bahannya
banyak dan mempunyai banyak peserta didik. Metode ceramah merupakan cara
mengajar yang paling tradisional dan telah lama dijalankan dalam sejarah
pendidikan, oleh karena itu metode ini boleh dikatakan sebagai metode
pengajaran tradisional karena sejak dulu metode ini
digunakan sebagai alat komunikasi guru dalam menyampaikan materi
pelajaran.
b. Penerapan metode ceramah
·
Merumuskan tujuan
khusus yang hendak dipelajari oleh pembelajar.
·
Setelah menetapkan
tujuan, hendaklah diselidiki apakah .metode ceramah benar-benar merupakan
metode yang sangat pada tempatnya.
·
Susuanan bahan
ceramah yang benar-benar perlu diceramahkan.
·
Pengertian yang
dapat dijelaskan dengan alat atau dengan uraian yang tertentu harus ditetapkan
sebelumnya.
·
Tangkaplah
perhatian siswa dan arahkan pada pokok yang akan diceramahkan.
·
Kemudian usahakan
menanam pengertian yang jelas. Hal ini biasa dilaksanakan dengan melalui
beberapa jalan misalnya : Pertama, pengajar memberikan ikhtisar ringkas
mengenai pokok-pokok yang akan diuraikan. Kedua, pengajar menguraikan pokok
tersebut dan akhirnya menyimpulakan pokok-pokok penting dalam pembicaraan itu.
·
Adakan rencana penilaian.
Teknik evaluasi yang wajar digunakan untuk mengetahui tercapai tidaknya
tujuan-tujuan khusus itu perlu ditetapkan.
c. Kelebihan dan kekurangan metode ceramah
v Kekurangan
a.
Pengajar tak dapat
mengetahui sampai di mana pembelajar telah mengerti pembicaraannya.
Kadang-kadang pengajar beranggapan bahwa bila pembelajar duduk diam
mendengarkan atau sambil mengangguk-anggukkan kepala, berarti pembelajar telah
mengerti. Padahal anggapan tersebut sering meleset; walaupun, pembelajar
menunjukkan reaksi seolah-olah mengerti, akan tetapi pengajar tidak mengetahui
sejauh mana penguasaan pembelajar terhadap pelajaran itu.
b.
Kata-kata yang diucapkan pengajar, ditafsirkan
lain oleh pembelajar. Dapat terjadi bahwa pembelajar niemberikan pengertian
yang berlainan dengan apa yang dimaksud oleh pengajar. Kiranya perlu kita
sadari bahwa tidak ada arti yang mutlak bagi setiap kata tertentu. Kata kata
yang diucapkan hanyalah bunyi yang disetujui penggunaanya dalam suatu
masyarakat untuk mewakili suatu pengertian.
c.
Pelajaran berjalan membosankan dan siswa-siswa menjadi pasif, karena tidak
berkesempatan untuk menemukan sendiri oleh konsep yang diajarkan. Sisawa hanya
aktif membuat catatan saja.
d.
Ceramah menyebabkan belajar siswa menjadi “Belajar Menghafal” yang tidak
mengakibatkan timbulnya pengertian
e.
Kepadatan konsep-konsep yang diberikan dapat berakibat
siswa tidak mampu menguasai bahan yang diajarkan.
v Kelebihan metoda ceramah
a. Dapat menampung kelas besar, tiap
siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mendengarkan, dan karenanya biaya
yang diperlukan menjadi relatif lebih murah.
b.
Guru dapat memberi tekanan terhadap hal-hal yang
penting hingga waktu dan energi dapat digunakan sebaik mungkin.
c. Kekurangan atau tidak adanya buku
pelajaran dan alat bantu pelajaran, tidak menghambat terlaksananya pelajaran
dengan ceramah
d. Kekurangan atau tidak adanya buku
pelajaran dan alat bantu pelajaran, tidak menghambat terlaksananya pelajaran
dengan ceramah.
3. Metode tanya jawab
a. pengertian
Metode tanya jawab adalah
penyampaian pelajaran dengan jalan guru mengajukan pertanyaan dan murid
menjawab, atau bisa juga suatu metode di dalam pendidikan di mana guru
bertanyan sedang murid menjawab bahan atau materi yang ingin di perolehnya.
Menurut Team Didaktik Metodik: Metode tanya jawab adalah suatu cara dimana
guru pada umumnya berusaha menanyakan apakah siswa telah mengetahui fakta
tertentu yang sudah diajarkan, atau apakah proses pemikiran yang dipakai oleh
siswa.
b. penerapan metode Tanya Jawab
·
Guru harus benar-benar menguasai bahan pelajaran, termasuk semua jawaban
yang mungkin akan di dengarkannya dari murid atas suatu pertanyaan yang di
ajukannya.
·
Guru harus sudah mempersiapkan semua pertanyaan yang di ajukan olehnya
kepada murid dengan cepat.
·
Pertanyaan-pertanyaan harus jelas dan singkat ini harus di perhatikan,
sebab pertanyaan-pertanyaan harus di ajukan secara lisan.
·
Susublah pertanyaan dalam bahasa yang mudah di pahami murid.
·
Guru harus mengarahkan pertanyaan pada seluruh kelas.
·
Berikan waktu yang cukup untuk memikirkan jawaban pertanyaan, sehingga
murid dapat merumuskannya dengan sistematis.
·
Tanya jawab harus di lakukan dengan suasana yang tenang dan bukan dalam
suasana yang tegang yang penuh dengan persaingan yang tidak sehat di antara
anak didik.
·
Agar sebanyak-banyaknya murid memperoleh giliran menjawab pertanyaan dan
jika seseorang tidak dapat menjawab segera, giliran di berikan kepada murid
yang lain.
·
Usahakan selalu agar setiap pertanyaan hanya berisi satu problem saja.
·
Pertanyaan harus di bedakan dalam golongan pertanyaan pikiran dan
pertanyaan reproduksi atau pertanyaan yang meminta pendapat dan hanya
fakta-fakta.
c. kelebihan
dan kekuragan metode Tanya Jawab
v Kelebihan
Pelaksanaan tanya jawab di kelas akan lebih
hidup karena sambutan kelas lebih baik, siswa tidak hanya mendengarkan saja.
Dengan tanya jawab partisipasi siswa lebih besar dan berusaha mendengarkan
pertanyaan guru dengan baik dan mencoba untuk memberikan jawaban yang tepat, sehingga
siswa menerima pelajaran dengan aktif berpikir tidak pasif (mendengarkan saja)
v Kekurangan
Dalam metode tanya jawab kelancaran jalannya
pelajaran agak terhambat karena diselingi tanya jawab. Jawaban siswa belum
tentu benar bahkan mungkin kadang-kadang dapat menyimpang dari persoalannya
sehingga dibutuhkan waktu lebih lama untuk memperoleh jawaban benar.
d. Manfaat
- pertanyaan dapat membangkitkan minat dan
motivasi belajar siswa, serta mampu menghubungkan pelajaran lama dengan
yang baru
- pertanyaan ingatan yang meminta jawaban yang
bersifat pengungkapan kembali dapat memperkuat ingatan
(assosiasi) antara pertanyaan dengan jawaban
- pertanyaan pikiran yang meminta jawaban yang harus
dipikirkan, menafsirkan, menganalisis dan menarik
kesimpulan dapat mengembangkan cara-cara beripikir
logis dan sistematis
- pertanyaan dapat mengurangi proses lupa karena jawaban
yang diperoleh atau dikemukakan dioleh dalam suasana yang serius dan
pemusatan perhatian terhadap jawaban. Apabila jawaban dibenarkan oleh
guru, makarasa gembira tersebut akan
memperkuat jawaban itu tersimpan dalam ingatan siswa
- jawaban yang salah segera dapat dikoreksi
- pertanyaan akan merangsang siswa beripikir dan
memusatkan perhatian pada satu pokok perhatian
- pertanyaan dapat membangkitkan hasrat melakukan
penyelidikan yang mengarahkan siswa beripikir secara ilmiah
- pertanyaan fakta atau masalah dapat mengarahkan
belajar seperti yang dituju oleh suatu mata pelajaran
yang dapat membantu siswa mengetahui bagian-bagian yang perlu diketahui
dan diingat
- pertanyaan dapat digunakan untuk tujuan
latihan dan mengulang’
- siswa belajar menjawab pertanyaan dengan benar,
baik isi jawaban maupun susunan bahasa yang dipergunakan
untuk mengekspresikan perasaan dan ide-ide atau
pikirannya sehingga dapat didengar, ditelaah dan dinilai oleh guru
- siswa juga diajak
berani bertanya untuk kepentingan proses belajar
mengajar dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu siswa
belajar mengemukakan pertanyaan yang layak
dan menghargai pertanyaan orang lain
- pertanyaan-pertanyaan oleh guru atau siswa dapat
menimbulkan suasana kelas hidup dan gembira
- siswa memperoleh kesempatan ikut berpartisipasi
dalam proses kegiatan belajar mengajar
- dari jawaban-jawaban yang diperoleh, dapat
merupakan umpan balik bagi guru mengenai pengetahuan, sikap dan sifat-sifat siswa serta hasil
proses belajar mengajarnya
4. Metode pembelajaran karya wisataa
a.pengertian
Metode karya wisata adalah suatu
metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan
siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain
serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan. Dengan melaksanakan
karya wisata diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari obyek
yang dilihatnya, dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang serta
dapat bertanya jawab mungkin dengan jalan demikian mereka mampu memecahkan
persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran, ataupun pengetahuan umum. Juga
mereka bisa melihat, mendengar, meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya, agar
nantinya dapat mengambil kesimpulan, dan sekaligus dalam waktu yang sama ia
bisa mempelajari beberapa mata pelajaran.
b.penerapan
metode Karya wisata
·
Persiapan, dimana guru perlu
menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas, mempertimbangkan pemilihan teknik,
menghubungi pemimpin obyek yang akan dikunjungi untuk merundingkan segala
sesuatunya, penyusunan rencana yang masak, membagi tugas-tugas, mempersiapkan
sarana, pembagian siswa dalam kelompok, serta mengirim utusan,
·
Pelaksanaan karya wisata,
dimana pemimpin rombongan mengatur segalanya dibantu petugas-petugas lainnya,
memenuhi tata tertib yang telah ditentukan bersama, mengawasi petugas-petugas
pada setiap seksi, demikian pula tugas-tugas kelompok sesuai dengan
tanggungjawabnya, serta memberi petunjuk bila perlu,
·
Akhir karya wisata, pada waktu
itu siswa mengadakan diskusi mengenai segala hal hasil karya wisata, menyusun
laporan atau paper yang memuat kesimpulan yang diperoleh, menindaklanjuti hasil
kegiatan karya wisata seperti membuat grafik, gambar, model-model, diagram,
serta alat-alat lain dan sebagainya.
c. kekurangan dan
kelebihan metode Karya Wisata
v Kelebihan metode Karya Wisata
· Siswa dapat berpartisispasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan
oleh para petugas pada obyek karya wisata itu, serta mengalami dan menghayati
langsung apa pekerjaan mereka. Hal mana tidak mungkin diperoleh disekolah,
sehingga kesempatan tersebut dapat mengembangkan bakat khusus atau ketrampilan
mereka.
· Siswa dapat melihat berbagai kegiatan para petugas secara individu
maupun secara kelompok dan dihayati secara langsung yang akan memperdalam dan
memperluas pengalaman mereka,
· dalam kesempatan ini siswa dapat bertanya jawab, menemukan sumber
informasi yang pertama untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi, sehingga
mungkin mereka menemukan bukti kebenaran teorinya, atau mencobakan teorinya ke
dalam praktek,
· Dengan obyek yang ditinjau itu siswa dapat memperoleh bermacam-macam
pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi, yang tidak terpisah-pisah dan
terpadu.
v kelebihan metode Karya Wisata
· Memberikan informasi teknis, kepada peserta secara langsung,
· Memberikan kesempatan untuk melihat kegiatan dan praktik dalam
kenyataan atau pelaksanaan yang sebenarnya,
· Memberikan kesempatan untuk lebih menghayati apa yang dipelajari
sehingga lebih berhasil,
· membei kesempatan kepada peserta untuk melihat dimana peserta
ditunjukkan kepada perkembangan teknologi mutakhir.
d.
Manfaat Penggunaan
- siswa memperoleh pengalaman yang nyata mengenai
obyek studi dalam kegiatan karyawisata
- dapat memberikan motivasi untuk mendalami materipelajaran





